Pemilihan Kepala Desa Serentak (Pilkades) Di Kabupaten Ciamis Batal Dilaksanakan. Bupati Berpesan Untuk Jaga Kondusifitas.

Ciamis.jurnalpolisi.co.id

Ciamis – Hal tersebut disampaikan Bupati Ciamis melalui pesan pribadi kepada Humas Ciamis setelah melakukan konsultasi bersama Ketua Pelaksana Pilkades Serentak sekaligus Asisten Pemerintahan Ika Darmaiswara kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Jakarta, Rabu (12/8/2020).

“Kami sudah mengupayakan semaksimal mungkin dan berkonsultasi langsung dengan Dirjen Bina Pemdes Kemendagri RI Nata Irawan dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. Namun dari Keputusan yang disampaikan Mendagri memutuskan untuk tetap menunda pelaksanaan Pilkades karena menurutnya ada hal penting lain menyangkut keputusan nasional, kita harus loyal dengan keputusan pusat,” katanya.

Diketahui, pada Senin 10 Agustus beredar Surat Edaran dari Menteri Dalam Negeri tentang Penundaan Pelaksanaan Pemilihan Kepala di Desa (Pilkades) Serentak dan Pemilihan Seluruh Indonesia Kepala Desa Antar Waktu (PAW).

Herdiat menerangkan, Pemkab Ciamis telah mengerahkan segala upaya untuk meyakinkan pihak Kemendagri untuk melanjutkan tahapan pelaksanaan Pilkades. Namun, Pihak kementerian tetap dengan pendiriannya untuk menunda pelaksanaan Pilkades.

“Kepada Para Pjs Kepala Desa, Panitia, Calon Kepala Desa dari 143 Kecamatan di Kabupaten Ciamis agar bersabar dan menerima keputusan yang telah ditetapkan oleh Kemendagri serta jaga kondusifitas,” terangnya

Sementara itu ditempat yang berbeda, Wakil bupati Ciamis yana D Putra menggelar Video Conference terkait keputusan penundaan Pilkades Serentak dengan Camat se-Kabupaten Ciamis dari Ruang Video Conference Kantor Bupati Ciamis, Rabu (12/8/2020).

Dalam Vidcon tersebut Wabup Yana menyampaikan, dari jajaran Pemerintah Kabupaten Ciamis telah memperjuangkan agar Pilkades dilaksanakan di tanggal yang direncanakan.

“Kami memahami telah banyak anggaran yang dikeluarkan dan pengorbanan dari para Panitia Pilkades, kita berupaya untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat agar Pilkades dilaksanakan. Namun kita harus menerima keputusan dengan legowo,” imbuhnya.

Setelah dilakukan pertemuan, Dirjen Bina Pemdes setuju dengan alasan yang disampaikan Bupati. Namun setelah bertemu dengan Mendagri ia bersikukuh tidak mengijinkan Kabupaten manapun untuk melaksanakan Pilkades serentak sebelum pelaksanaan Pilkada.

“Dengan berat hati kami menyampaikan kepada seluruh Pjs Kepala Desa, Panitia, Calon Kades dan masyarakat Ciamis pelaksanaan pilkades yang dilaksanakn tadinya direncanakan 15 Agustus 2020 ditunda setelah selesainya pelaksanaan Pilkada 2020 nanti,” ucap Herdiat.

“Saat ini Bupati Ciamis dalam perjalanan ke Ciamis setelah melaksanakan konsultasi dengan Kementerian siang tadi,” tutup Yana.

(Rustandi.jp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

five − five =