Jelang Hari Bhayangkara Ke-74, Satuan Brimob Polda Jabar Gelar Donor Darah

Jurnalpolisi.co.id- Cekeruh- Sumedang

Sambut Hari Bhayangkara yang ke – 74 Tahun 2020 Satuan Brimob Polda Jawa Barat melaksanakan kegiatan donor darah untuk membantu unit transfusi darah dalam pengadaan stok Darah dampak dari Covid-19 di Indonesia khususnya Jawa Barat.

Kegiatan ini dilaksanakan disekitar Joglo Mako Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Jabar tepatnya di Jl. Kolonel Achmad Syam No. 17 A, Desa Cikeruh, Kec. Jatinangor, Kab. Sumedang dan dihadiri oleh Dansat Brimob Polda Jabar Kombes Pol. Asep Saepudin, S.I.K., Danyon A Pelopor Kompol Sudhiyono, Kabag Ops Kompol Bagus Amrulloh NI. S.Farm., Apt. S.I.K., Palakhar Danden Gegana Kompol M. Syahrul, S.H., M.Si. serta personil jajaran Satbrimob Polda Jabar.

Dansat Brimob Polda Jabar Kombes Pol. Asep Saepudin, S.I.K., mengatakan, “Kegiatan donor darah ini dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke – 74, serta merupakan salah satu bentuk Bakti Brimob Polda Jabar untuk membantu masyarakat, khususnya yang terdampak adanya Pandemi Virus Corona”.

Meski saat ini seluruh dunia sedang membicarakan Covid-19, masih banyak penyakit lainnya yang juga membutuhkan perawatan dan tidak sedikit dari penyakit-penyakit tersebut membutuhkan transfusi darah, belum lagi korban kecelakaan atau ibu melahirkan yang mengalami pendarahan. Rabu (24/6/2020)

Selain tidak adanya bukti penularan melalui transfusi darah, darah yang didonorkan pun tidak akan langsung diberikan kepada penerima donor. Darah tersebut akan melalui beberapa proses pemeriksaan, penyaringan dan pemisahan komponen sehingga aman untuk diberikan kepada orang yang membutuhkan.

Terdapat penelitian di beberapa Negara terhadap pasien Covid-19 yang kebetulan mendonorkan darah tidak lama sebelum mereka terdiagnosis, darah yang didonorkan tersebut diperiksa dan tidak ditemukan virus Corona di dalamnya sehingga tetap bisa diberikan kepada penerima donor.

Meski begitu, penderita Covid-19 dan orang yang dicurigai terinfeksi virus Corona atau mengalami gejalanya, tidak boleh melakukan donor darah, karena virus ini bisa ditemukan di dalam darah walaupun hanya dalam jumlah kecil. Namun, bagi orang yang sehat dan tidak berisiko tinggi terinfeksi virus Corona, tidak ada alasan untuk tidak mendonorkan darah.

Palang Merah Indonesia (PMI) juga telah mengeluarkan protokol agar donor darah tetap aman di tengah merebaknya virus Corona. Menurut protokol tersebut, orang yang akan mendonorkan darahnya perlu melakukan hal-hal berikut : Menjalani pengecekan suhu tubuh terlebih dahulu, mencuci tangan dengan benar menggunakan sabun dan air mengalir, menjalani pemeriksaan kesehatan oleh dokter, menjalani pengecekan kadar hemoglobin (Hb) dan tekanan darah, menerapkan physical distancing selama proses donor darah.

Jika suhu tubuh calon donor kurang dari 37,50 C, proses donor darah bisa dilanjutkan. Namun jika suhu tubuhnya 37,50 C ke atas, calon donor akan ditolak, begitu juga bila saat pemeriksaan dengan dokter ditemukan faktor resiko tertular Covid-19 atau gejala yang mengarah ke penyakit pernapasan.

Untuk mencegah penularan virus antara pendonor dan petugas donor darah, pendonor disarankan untuk memakai masker, setidaknya masker kain walaupun tidak memiliki gejala, petugas donor darah juga harus mengenakan APD yang lengkap dan tidak boleh bertugas bila merasa tidak enak badan.

“Ini merupakan bentuk Bhakti Brimob Polda Jabar dalam hal ini di wilayah Jawa Barat khususnya Desa Cikeruh Kab. Sumedang, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid–19″, ujar Kombes Pol. Asep Saepudin.

(Cepi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *