Kades Dungusiku Menjelaskan Bahwa Tidak Ada Mark Up Data KPM

Jurnal Polisi Garut-

Kamis, 21 Mei 2020. Dengan adanya Viral di media sosial tentang adanya aksi massa yang mengatasnamakan forum menggeruduk kantor desa. Adanya hal tersebut, Kepala Desa Dungusiku, Kecamatan Leuwigoong, Kabupaten Garut, Yoyoh, menyampaikan klarifikasi perihal aksi massa yang terjadi.

Kades Dungusiku didampingi Sekretaris Desa, lembaga dan beberapa Ketua RW membantah adanya dugaan penggelembungan jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan oleh Pemerintah Desa, Kades menegaskan bahwa hal tersebut tidaklah benar.

Kades mengatakan, “Penyaluran bantuan paket sembako berasal dari sumber Alokasi Dana Desa (ADD) dan dana gotong-royong RW yang digeser ke penanganan Covid-19. Sementara paket sembako yang disediakan untuk masyarakat yaitu target awalnya adalah 1.500 paket.” Ucap Kades.

“Tidak benar ada mark up data KPM. Sejak awal dari total 1.800 KK yang ada, kami mentargetkan 1.500 paket sembako. Dan hasil rapat musyawarah bersama RT/RW, sesuai usulan terealisasi sebanyak 1.345 KK, selanjutnya untuk sisa target penyaluran sebanyak 155 paket, ini akan disalurkan kembali kepada penerima manfaat yang belum tersisir atau belum terakomodir bantuan.”

“Kami telah berusaha keras untuk melakukan cek ulang data penerima ke masing-masing RW, dan jumlahnya sama. Adapun untuk sisa 155 paket dari target, ini akan disalurkan kepada warga yang belum terakomodir. Ini hanya miskomunikasi saja,” pungkasnya. ( Zul/Ajo )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *