Warga Desa Pangauban Wilayah Hukum Polsek Katapang Polresta Bandung Mendapat Teror Dari Orang Yang Tidak Bertanggung Jawab.


JP Kabupaten Bandung.

Polsek Katapang Polresta Bandung, Toto Agustin (41) warga Kampung Babakan Cedok, Desa Pangauban, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, saat ini harus menerima tidak bisa berjualan bakso untuk mencari nafkah. Karena ia dan sekeluarga menerus mendapat teror dari oknum yang tidak bertanggung jawab.

Teror yang ia dapatkan, berawal dari terunggahnya foto warung bakso “DOYOK” miliknya di akun FB Jefsen Satria. Akun Jefsen Satria sendiri mengunggah postingan ujaran kebencian (Heat Speach) yang dilayangkan kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo terkait meninggalnya sang Ibunda, Sujiatmi Notomiharjo kemarin rabu, 25 maret 2020 Di RS Slamet Riyadi Solo Jawa Tengah karena sakit.

Postingan bernada ujaran kebencian yang diunggah oleh akun FB Jefsen Satria tersebut menuliskan “Selamat atas matinya mak jokowi kami rakyat terutama umat islam…sangat bahagia dan bersuka ria… Smga anak dan jokowi cepat nyusul ke nrka ya.amin.yg ga bersuka ria itu hanya cina komunis, dan kafir piki…pki betina bukan bsh yg mati”.

Unggahan di akun facebook tersebut hingga saat ini berdasarkan pantauan telah dihujani oleh kecaman dan hujatan para warganet.

Kapolsek Katapang Kompol Kozasah,SH,M.AP melalui Kanit Reskrim Polsek Katapang, AKP Dwi Noor Wahyono saat dikonfirmasi, setelah mendapat menginterogasi Sdr.Toto di ruang Reskrim PolseK Katapang, diketahui jika Toto dan pemilik akun facebook Jefsen Satria tidak saling kenal.

“Petugas Bhabinkamtibmas setelah mendapat informasi langsung turun ke lapangan dan Warung baso “DOYOK” yng viral dan menemui sdr. Toto, lalu membawa ke Mapolsek Katapang, diketahui dia dan pemilik akun Jefsen Satria tidak saling kenal.

Masih Menurut Kanit Reskrim AKP Dwi, foto warung bakso “DOYOK” yang diposting di akun Facebook Jefsen Satria tersebut benar miliknya . Namun, kata dia, Sdr.Toto tidak mengetahui kalau foto warung bakso miliknya tersebut diunggah di akun Facebook tersebut.

“Lalu karena di banner warung bakso terdapat nomor hp saudara Toto yang digunakan untuk pemesanan, maka saudara toto terus dihujank teror. Karena, kan, foto warung baksonya ikut ada di akun facebook itu. Sehingga, saudara toto akhirnya sampai tidak berdagang karena takut, dengan teror yang diterimanya” katanya.

Ditambahkan pula bahwa, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan terhadap akun facebook tersebut. Hingga saat ini, kata dia, pihak kepolisian belum bisa menentukan lebih lanjut apakah akun facebook itu asli atau tidak. Namun, ia memastikan jika adanya foto warung bakso yang diposting di akun tersebut adalah berita palsu ataU HOAX.

“Intinya untuk foto warung bakso tidak benar. Warung bakso itu milik saudara Toto. Sementara yang bersangkutan tidak kenal dengan pemilik akun atau foto orang yang ada di akun tersebut,” ungkap Dwi. (Suwandi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *