Anggota Tim Densus 88 Antiteror Brigadir HH Jadi Buronan Mabes Polri

Jakarta.jurnalpolisi.co.id – Polda Kalbar keluarkan surat rahasia Nomor: R/38/I/HUK.12.10/2020 tertanggal 28 Januari 2020.

Dalam Surat rahasia tersebut menyatakan anggota Densus 88 Anti-teror Brigadir HH dalam daftar pencarian orang alias DPO karena menjual senjata api dan tidak masuk kerja selama 30 hari berturut-turut.

Menanggapi hal tersebut, Kabag Penum Divhumas Polri Kombes Pol. Asep Adi Saputra, S.H., S.I.K., M.H., M.Si, menjelaskan sejauh ini secara resmi DPO sudah dikeluarkan. Dan kami akan terus melakukan pencarian kepada yang bersangkutan.

“Surat DPO itu ditandatangani oleh Kabidpropam Polda Kalimantan Barat Kombes Pol Rudy Mulyanto, anggota polisi itu berinisial Brigadir HH, Dia bertugas sebagai Banit Opsnal Subbid Surveillance Ditintelijen Densus 88 Antiteror Polri, ,” kata Kombes Pol Asep Adi Saputra di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (29/1/2020).

Lanjut Kombes Pol Asep, Brigadir HH disebut telah melanggar kode etik karena menjual senjata api dinas jenis glock 17 nomor KTN 743, dan melakukan penipuan serta penggelapan Toyota Yaris milik Entoh Bin Mamat.

Penggelapan kendaraan tersebut tertuang dalam laporan polisi bernomor: LP/21/IV/2019/Banten/Res.Pandeglang/Sek.Banjar tertanggal 14 April 2019.

“Selain itu, Brigadir HH tidak berdinas selama lebih dari 30 hari secara berturut-turut, sejak 5 Maret 2019 hingga Juli 2019,” ungkapnya.

Brigadir HH diduga melanggar Pasal 14 ayat (1) huruf a Peraturan Pemerintah RI 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri dan/atau Pasal 11 huruf e dan Pasal 13 ayat (1) huruf e Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Polri.

(a. sby)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *