SLB Langit Sunda Yang Terasingkan Siapa Yang Akan Peduli

Jurnal Polisi Garut. Sekolah Luar Biasa (SLB) adalah salah satu sarana pendidikan yang mendapat prioritas dari pemerintah sehingga mampu menjadikan murid didik disekolah itu.dari keterbelakangan mental sehingga menjadi murid yang mandiri menjadi dirinya sendiri,tapi semua itu tidak semudah membalikan telapak tangan,semua perlu waktu dan perjuangan yang gigih dan handal dari para guru dan pembinanya itu sendiri,juga kepala sekolahnya sendiri,tapi segigih apapun untuk mencapai semua itu jika sarana dan prasarana untuk mencapai semua itu jika Dinas terkait yg bersangkutan dengan semua itu seolah kurang perduli,salah satu contoh yang dialami oleh SLB Salangit Sunda yang sudah berdiri dari Tahun 2015,didrikan oleh bapa H Rudi Senjaya SPd, juga sebagai,kepala sekolah SLB Langit Sunda tersebut,yang dibangun di atas tanah wakaf dari kepala sekolah SLB Langit Sunda itu sendiri dengan suka rela demi mencerdaskan anak bangsa dari keterbelakangan mental menjadi manusia mandiri dan berprestasi hingga menjadi kebanggaan orang tua dan bangsa.SLB Tersebut berlokasi tepatnya di Kp. Cinangka Kulon RT. 02 RW.04 Fesa Sukamerang Kecamatan Kersamanah.Kab. Garut yang hanya memiliki 3 kls saja,tidak memiliki sarana ruang kantor, tempat bermain,sarana olah raga yang sangat memprihatinkan tidak memiliki jamban dan toilet.
Padahal SLb Langit Sunda memiliki 76 orang siswa/siswi yang terdaftar,tetepi hanya 34 siswa aktip yang masuk sekolah,dikarenakan keterbatasan sarana bangunan tidak memadai.16 orang siswa SLB SD,10 orang siswa SLB. SMP dan 8 orang siswa SLB. SMA.dengan ditujang oleh 10 orang guru honorer.
Saat konpirmasi sama kepala sekolah H.Rudi Sanjaya bahwa segala cara dan upaya sudah ditempuh ,untuk mengajukan permohona ruang kelas baru dan sarana lainnya,termasuk mengajukan proposal kepada Dinas Pendidikan .juga Dinas terkait lainnya,tetapi belum ada realisasi dan tanggapan apapun Semetara kebutuhan sarana dan prasarana tersebut sangatlah di butuhkan,boleh dikatakan darurat keadaannya. Pertanyaan kami Apa sesuaikah keadaan demikian yang digembor-gemborkan pemerintah lewat media elektroik,medsos maupun cetak,dengan pancasila sila ke 5 keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia dan UUD 45 Tentang pendidikan dan kebudayaan ayat.1.2.3.4 dan 5 dimanakah nurani dari dinas pemerintahan yg terkait dengan pendidikan itu sendiri sehingga dijaman era globalisasi modern ini yang katanya serba canggih jaman serba digital ini sugguh sangat malu negeri ini,
“Saya sangat berharap dinas yang yang terkait segera memberikan bantuan secepatnya agar tercapai kenyamanan belajar dan mengajar. kepada sekolah luar biasa langit sunda,demi kemajuan dan kenyamanan siswa siswi SLB Langit Sunda ini.” ucap kepala sekolah
Harapan yang sama di ungkapkan pula oleh ketua gugus 23 SLB Kabupaten Garut Bapa Mulyana Jaya Permana,SAg,SPd,yang juga nenjabat sevagai kepala sekolah SLB YGP Limbangan.
” Saya berharap ada donatur- donatur yang bersedia memberikan bantuan berupa moril maupun materil kepada SLB langit sunda secepatnya,dikarenakan kondisi bangunan SLB tersebut sangatlah benar- benar mengawatirkan ujar beliau. Adapun sarana dan prasarana yang sudah ada 2 kelas yang sempit dan 1 kelas terbuat dari bambu layaknya Pos Kamling di pinggir pegunungan padahal sebetulnya sudah terdaftar di dapodik,adapun pormalnya tentang kewenangan operasional sekolah adalah kewenangan pihak yang terkait dan pemoeerintahan yang bersankutan dan semoga menjadi bahan pertimbngan dan renungan kita bersama../ A. Rohman JP.

  • A.Rohman *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *